M. Tamrin Samsudin Akui Kebenaran Sejarah Kekejaman PKI

PANGKALPINANG – M. Tamrin Samsudin, kakek kelahiran 15 Mei 1941 silam dan merupakan salah satu aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Islam Indonesia (HMI UII) yang menyaksikan langsung kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) akhirnya angkat bicara.

Dikatakannya, banyak orang yang ingin memelintir sejarah PKI, salah dengan mengatakan film G30S / PKI tidak valid. “Banyak orang yang dak seneng, dan menceritakan sejarah ini bebulak. Saya yang terlibat (sebagai korban) dalam masa ini mengatakan ini bener,” tegas Tamrin saat diskusi setelah film Nobar Pengkhianatan G30S / PKI bersama Jelajah Bangka, Kosada Babel dan masyarakat Kota Pangkalpinang di Balai Pertemuan Jelajah Bangka, Sabtu (30/9/2017) Malam.

Lebih lanjut Tamrin mengatakan jika dia bersama dengan rekan seperjuangannya sempat merasakan kenangan pahit saat aktif sebagai Mahasiswa Aktivis Islam pada tahun 1960-1965 menjadi sasaran pembunuhan PKI.

Dalam diskusi tersebut, Tamrin berpesan kepada generasi muda agar memahami sejarah kekejaman PKI, karena menurutnya, generasi muda saat ini banyak yang yang tidak tahu dengan sejarah PKI.

“Cobaan ikak akan lebih berat dari pada yang lalu, jadi men kayak kami ni, men dak nenger siaran kayak nih ase ne dak seger, rasa e nek muda agik kek ikak, tapi lah dak pacak agik, budak-budak pun banyak yang dak tahu dengan PKI,” ungkap Tamrin yang juga salah satu pejuang generasi awal pendiri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tamrin juga berpesan agar generasi saat ini waspada dengan kebangkitan PKI. “Waktu 17 Agustus 2017 lalu, ada delapan tempat yang terang-terangan menunjukkan diri dengan menggunakan seragam dan bendera palu arit PKI,” ujarnya.

Sementara menurut Alvin Azra, Pendiri Jelajah Bangka mengatakan, saat ini banyak pengalihan isu kebangkitan PKI yang membuat masyarakat lalai.

“Kita mulai lalai, ada pengalihan isu informasi itu tidak valid. Makannya saya rasa tepat sekali dari Panglima Jenderal Gatot Nurmantiyo yang suka untuk menggelar Nobar kembali agar masyarakat tahu sejarah kekejaman PKI, apakah G 30S / PKI itu memang benar adanya,” ungkapnya. Alvin. (rus) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KPAD lakukan Pendampingan Terhadap Bunga

Ming Okt 1 , 2017
PANGKALPINANG – Salah satu siswi SMK YPN Belinyu, sebut saja Bunga (16) dikabarkan melahirkan di toilet sekolah saat jam belajar sedang berlangsung. Kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis (28/9/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. […]
error: Content is protected !!