Melati Erzaldi Berharap Germas Terpadu Dilaksanakan Terstruktur

BANGKA TENGAH,Aspirasipos.com – Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi berharap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Terpadu bisa dilaksanakan secara Masif dan terstruktur.

Advertisements

Hal itu dikatakannya, saat menghadiri Kampanye Germas Terpadu di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Falah, Desa Air Mesu Timur, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (8/10/2019).

InstaForex

Ditambahkan Melati, PKK sebagai Mitra Pemerintah mensuport kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Babel. Dengan dilaksanakan secara Masif dan Struktur, kata dia, Germas akan menjadi karakter masyarakat dimulai usia Dini hingga Dewasa.

<title>InstaForex</title><meta name="description" content="InstaForex"><a href="https://www.instafxglobe.com/?x=YOUR_PARTNER_LINK">InstaForex</a>

TP PKK Babel dalam menjalankan programnya, dijelaskan Melati, berintergrasi dengan Dinas yang ada, seperti Dinas Kesehatan. Terkait Germas, lanjut dia, PKK memiliki Pokja 4 Bidang kesehatan, yang diantaranya menilai halaman indah tertib sehat dan aman, serta mengajak seluruh keluarga berperilaku hidup sehat.

Dirinya menghimbau, Germas ini bukan hanya dilaksanan oleh pemerintah dan PKK sebagai mitra saja, tetapi harus didukung oleh semua masyarakat secara luas.

“Saya melihat manfaat dari Germas ini bagus sekali, diantaranya akan mengurangi beban pemerintah untuk kesehatan. Seperti diketahui anggaran untuk kesehatan itu sangat tinggi, dengan tindakan preventif, akan mencegah orang menjadi sakit. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ungkapnya.

Ketua TP PKK juga berharap kegiatan ini, bukan sekedar seremonial belaka, tetapi benar – benar dilaksanakan melalui organisasi – organisasi seperti PKK yang menjalankan hingga lini paling bawah.

Sementara itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Toni Batubara dalam sambutannya menyampaikan, dalam RPJMN dan RPJMD yang mengacu pada tercapainya nawacita pembangunan, salah satunya yaitu pembangunan kualitas SDM.

Oleh karenanya, disampaikan Toni, pembangunan kesehatan di tanah air, diarahkan tidak lagi hanya melayani orang sakit, tetapi justru mengutamakan pelayanan kesehatan yang menjadikan orang sehat tetap sehat dan produktif. Sehingga upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif sesuai dengan tantangan pembangunan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas tanpa mengabaikan pentingnya upaya pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.

“Hal ini sesuai dengan kondisi kesehatan masyarakat kita yang dikenal sebagai triple burden, yaitu masih tingginya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi. Hal ini memerlukan serangkaian program strategis serta implementasi dari berbagai program dan sector, termasuk dari Kementerian Kesehatan RI yang turut memperkuat implementasi gerakan masyarakat hidup sehat atau germas,” ungkap Toni.

Germas, dikatakannya, merupakan suatu rangkaian kegiatan yang sistematis, masif dan berkelanjutan, dan diharapkan dapat mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktifitas penduduk mengurangi beban masyarakat akibat penyakit sebagaimana dalam Inpres Nomor 1 tahun 2017.

“Germas mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan atau perilaku tidak sehat. Germas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mengurangi beban biaya kesehatan,” papar Toni.

Keterlibatan semua pihak, kata Toni, agar turut mengkampanyekan pentingnya pola hidup sehat kepada masyarakat, dengan menggalakkan pelaksanaan senam di tempat kerja serta mengkonsumsi buah dan sayur lokal sebagai bagian snack dalam pelaksanaan pertemuan/rapat mendukung peningkatan perekonomian rakyat.

Pada kegiatan tersebut, juga dilaksanakan Talk Show dengan menghadirkan Narasumber Sekda Bangka Tengah, Sugianto, Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono, dan Ustadz Kondang Babel Hendi Kurnia.

Kegiatan itu, diikuti oleh kurang lebih 1200 peserta yang merupakan Santri Pondok Pesantren Nurul Falah, diawali dengan Senam Bedincak bersama.”( Ap/red)

Sumber: Humas prov Babel
Penulis : Lulus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *