KABAR UTAMA KILAS DAERAH

Kafe Taman Duku Dinilai Meresahkan Warga Sekitar

Jebus Parittiga — aspirasipos.com, Kafe Taman Duku yang berlokasi di Desa Puput, Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat belakangan ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, Kamis 25/06/2020.

Advertisements

Salah seorang warga -yang berpesan agar namanya jangan dimasukan dalam media- menuturkan, bahwa awalnya pihaknya tidak percaya akan informasi yang beredar, bahwa kafe tadi juga disinyalir sebagai ajang pelampiasan syahwat sesat para lelaki hidung belang. 

“Jadi ada teman saya coba menghubungi seorang pekerja wanita disana dan berpura-pura memesan wanita penghibur. Dan yang membuat kita semua kaget adalah ada tarif bervariasi mulai dari short time sampai full booked menginap satu malam, angka mulai dari 300 ribuan sampai 500 ribu,” ucap sumber.

Salah seorang cewek yang biasa berkunjung disana “RS” (31 tahun), Ia mengatakan bahwa di kafe terdapat banyak cewek mangkal setiap malamnya dan apabila terjadi kesepakatan antar pengunjung dan wanita tadi, maka akan berlanjut ngamar.

“Untuk nginap satu malam full biasa diminta 500 ribu keatas” kata RS saat dihubungi via ponselnya kamis (18/06)  sekira pukul 14.30 wib.

Warga lainnya turut berkomentar bahwa keberadaan Kafe Taman Duku tadi sepanjang pengamatannya juga banyak dikunjungi muda-mudi. “Terutama di malam jumat dan malam minggu,” katanya.

Disisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Ta’limul Muttaallim di kawasan Air Kuang, Imam Suhada ketika diberi informasi soal dugaan keberadaan kafe yang berpotensi jadi sumber penyakit moral bagi generasi muda di wilayah Parittiga, Ia menegaskan jika info warga tadi benar, maka pihak aparat terkait harus segera menutup langsung kafe tadi. 

“Karena akan mempengaruhi generasi muda yang ada disitu, jadi sekali lagi, kalau memang benar infonya seperti tadi, ya harus ditutup, karena meresahkan warga di sekitar lingkungan,” kata dia.

Media juga melakukan konfirmasi pada Kasatpol PP Pemkab Bangka Barat, Darta, dimana dalam wawancara singkat Ia menyatakan bahwa terkait perizinan tempat usaha tersebut seharusnya sesuai dengan izin yang diajukan.

“Intinya aktivitas usaha harus sesuai dengan perizinan yang diberikan kalau tidak sesuai izin maka harus dihentikan,” ucap dia.

Sementara itu, Camat Parittiga Madira saat dikonfirmasi tentang info dari warga perihal keberadaan kafe yang diduga kuat bertungsi juga sebagai ajang prostitusi terselubung, Ia justru berperilaku aneh dengan memutus sambungan wawancara yang sedang berlangsung. 

“Kafe yang mana?” sahutnya sebelum nada telepon mendadak terputus. 

Media coba berupaya menghubungi kembali agar berita bisa berimbang, namun sampai berita ini tayang, panggilan yang dimaksud tidak direspon. (red6) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *