Jelang Pilkada 2020, Beda Prediksi Ketua KPU dan Mendagri Soal Persentase

KABAR POLITIK — APC, Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Optimis Partisipasi pemilih di Indonesia tetap tinggi, Ketua KPU Arief Budiman tetap optimis tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2020 tinggi. Ia pun menargetkan partisipasi pemilih sebesar 77,5% atau sama dengan Pemilu 2019. Hal ini lantaran pemilihan di tengah pandemi adalah sesuatu yang baru bagi masyarakat dan bisa memancing penasaran untuk datang ke TPS.  “Nah biasanya kultur kita kalau ada sesuatu yang baru akan coba-coba, gimana ya ini,” kata Arief kepada wartawan.

Selain itu, kata Arief, terdapat preseden tren kenaikan partisipasi pemilih di negara lain yang menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi corona. Salah satunya adalah Korea Selatan. Namun, ia tak menyebutkan angka peningkatan tersebut. “Nah kenapa itu? Karena penyelenggara pemilu, masyarakat, pemilih, peserta pemilu ini sesuatu yang baru. Justru menjadi tantangan bagi mereka,” kata Arief.

Foto : Ketua KPU

Namun optimisme Arief tak diikuti oleh Mendagri Tito Karnavian. Ia menargetkan angka partisipasi pemilih sebesar 50%. Meskipun menurutnya, “kalau bisa semakin tinggi, semakin baik. Data KPU per 9 Juni menyatakan pemilih di Pilkada 2020 sebanyak  106.774.112 orang, maka 50 persennya adalah sekitar 53 juta orang. Guna mencapai target tersebut dan menyemarakkan Pilkada 2020, Tito meminta para influencer untuk memanasi kandidat. Sehingga para kandidat tersebut akan lebih bersemangat kampanye dan akhirnya tingkat partisipasi bisa tinggi. “Kita bawa pilkada menjadi isu sentral dan dorong juga untuk stimulasi ekonomi supaya ada gerakan massif para kontestan,” kata Tito.

MENTERI DALAM NEGERI TITO KARNAVIAN

Pilkada 2020 sedianya dilaksanakan pada 23 September, tapi pada 30 Maret lalu diputuskan ditunda pada 9 Desember karena pandemi virus corona. Keputusan tersebut diambil oleh Komisi II DPR, Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Partisipasi pemilih menjadi tantangan dalam pelaksanaan Pilkada 2020 di 270 daerah pada 9 Desember mendatang. Direktur Eksekutif Lembaga Survei Politik Populi Center, Usep S Ahyar menilai pandemi virus corona bisa menurunkan minat pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara atau TPS. Usep menyatakan, penurunan partisipasi pemilih sangat mungkin terjadi lantaran protokol kesehatan yang jelas belum diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai saat ini. Hal ini bisa menyebabkan pemilih merasa tak aman dan akhirnya lebih memilih tetap di rumah agar selamat dari virus corona. (Nt/rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BNNP Babel Press Release Penangkapan Shabu-shabu 2 Kilogram

2 minggu Yang Lalu
BANGKA BELITUNG – APC, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bangka – Belitung (BNNP) menggelar Press release terkait penangkapan Shabu di pinggir pantai Siangau Pala Teluk limau , Kamis (23/07/2020) digelar di loby kantor BNNP jalan […]
error: Content is protected !!