ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

Di Ruang Kerja Gubernur, Kabid Disnaker Bersumpah Atas Nama Ibunya

Pangkalpinang — aspirasipos.com, Dalam Panduan tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan di Tempat Kerja 2011 oleh Kemenaker Pelecehan Seksual itu sendiri didefinisikan sebagai “setiap perlakuan yang tidak diinginkan, perilaku dalam bentuk verbal ataupun fisik atau gerak tubuh yang berorientasi seksual, permintaan layanan seksual, atau perilaku lain yang berorientasi seksual yang membuat orang yang dituju merasa terhina, tersinggung dan/atau terintimidasi, Jumat (19/06/2020). 

Kemudian dalam KUHP Pasal 281 disebutkan diancam dengan pidana dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak 4500 rupiah; barang siapa sengaja merusak kesopanan di muka umum; atau barang siapa sengaja merusakkan kesopanan di muka orang lain, yang hadir tidak dengan kemauannya sendiri.

Sementara itu, seperti dikutip dari salah satu media lokal, seorang pegawai ASN Dinas Tenaga Kerja Bangka Belitung, Nelva Yenti, merasa dilecehkan atas perbuatan atasan yang meraba pahanya.

Nelva mengaku, pelecehan yang dilakukan oleh atasannya tersebut terjadi sekitar November dan Desember 2019 lalu, pada November 2019 terjadi rapat internal 4 orang yaitu Efendi sebagai Kabid, Nelva Yenti, Kasi Pengawas Ketenagakerjaan dan salah satu rekannya yang lain untuk membahas kebutuhan tenaga dokter di Disnaker.

“Saat memanggil kami bertiga beliau duduk disamping saya. Waktu itu di ruang tamu. Saat pembahasan sedang berlangsung, tiba-tiba Pak Effendi ini tangannya meraba paha saya dan reflek langsung saya tepis,” terang Nelva dikutip okeybozzcom, Kamis (4/6/2020).

Kemudian lanjut Nelva, Desember 2019, Effendi diduga mengulangi lagi perbuatan dengan mencolek pantatnya menggunakan pena, tapi kejadian ini memang tidak pada saat rapat.

Namun demikian, untuk coverboth stories redaksi mengklarifikasi keterangan Nelva yang digelar dalam jumpa pers, dengan  Kabid Pengawasan Disnaker Pemprov Babel melalui sebuah wawancara.

Menurut Effendi saat wawancara, Ia menjelaskan bahwa dirinya di bulan Mei kemarin tepatnya di (18/05) sudah menghadap ke Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, semata-mata ingin menjelaskan duduk persoalan terkait fitnah yang menimpa dirinya. 

“Disitu saya katakan: Demi Allah saya bersumpah atas nama ibu saya, saya tidak melakukan hal tersebut, itu semua cuma fitnah yang ditujukan pada saya,” kata Kabid Effendi di ruang kerja Gubernur Babel. 

Effendi menyebut, bukan cuma Gubernur saja yang disambangi oleh dirinya, tetapi pihak Sekda juga sempat ditemui di ruangannya. “Ketika itu Sekda bilang bahwa hal ini sebenarnya masuk ke ranah pelaporan hukum / Polda Babel, bukan ke pihak Instansi BKPSDMD Pemprov Babel,” jelasnya.

Tak hanya itu saja, pihak Kabid juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan dengan pihak Gubernur, Ia menyebutkan adanya informasi keliru yang diterima oleh pihak first lady Gubernur Babel, atau Ibu Melati Erzaldi Rosman terkait kasus yang menimpa dirinya. “Saya katakan Ibu Melati telah ditipu (oleh Nelva) soal kasus saya,” ungkapnya.  

Terakhir, di Rabu (17/06) kemarin redaksi coba mengulangi konfirmasi pada Effendi dan anehnya nomor kontak redaksi malah diblokir dan sampai saat ini redaksi kesulitan untuk upaya konfirmasi lanjutan soal temuan terbaru di ranah Bidang Pengawasan Disnaker Pemprov Babel. (red6) 

sumber foto: profile pic WA effendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *