ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

Hermanto Akan Lapor Balik Kedewan Pers, Terkait Pemberitaan Tidak Berimbang

PANGKALPINANG — Aspirasipos.com, Terkait pemberitaan yang dinilai tidak berimbang oleh media online GIN yang berjudul  “DIDUGA PEMASANGAN CONBLOCK KANTOR BPTP “BERGELOBANG” TERKESAN ASAL JADI ?” membuat kontraktor pelaksana proyek tersebut memberikan hak jawabnya terkait pemberitaan itu.

Sesuai dengan aturan yang ada yakni undang – undang pokok Pers serta kode etik jurnalistik setiap pemberitaan yang disajikan untuk publik haruslah disertai dengan konfirmasi langsung ke narasumber dan harus berdasarkan fakta dan bukan menduga – duga, demikian yang diungkapkan Hermanto Direktur CV. Bangka Graha Mandiri saat mengundang wartawan disebuah kafe yang ada di pangkalpinang, Jum’at (07/02/2020) sore.

Kepada wartawan Hermanto menjelaskan kegiatan Pembangun pagar kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang beralamat di Desa Kace Timur kecamatan Mendo Barat kabupaten Bangka Provinsi Kepuluan Bangka Belitung memang benar dikerjakan oleh CV.BGM.

“Memang benar kami yang mengerjakan proyek tersebut, dan proyek itu sesuai jadwal sudah selesai akhir Desember tahun 2019 lalu,” akuinya.

Menurut Hermanto Proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp. 477.400.000,- (Empat ratus tujuh puluh tujuh juta empat ratus ribu rupiah) sudah diekerjakan sesuai dengan  RAB yang ada dan tidak asal – asalan seperti yang diberitakan.

Ia juga menambahkan bahwasanya pekerjaan tersebut memiliki masa waktu pemeliharaan selama enam bulan atau 180 hari kalender.

Dengan adanya pemberitaan yang dinilai menyudutkan itu Hermanto selaku kontraktor pelaksana keberatan jika dibilang pekerjaan itu asal jadi.

“Saya sangat menyesali apa yang dituliskan dalam berita itu, karena masih ada waktu pemiliharaan jika terjadi kerusakan  dalam pekerjaan sebelum masa waktu pemeliharaan berakhir masih menjadi tanggung jawab kami sebagai kontraktor,” jelasnya.

Sangat disayangkan sekali jika wartawan memberitakan tanpa memperhatikan kode etik jurnalistik, karena akan berdampak negatif kepada masyarakat luas yang membacanya.

Disinggung soal adanya kabar bahwa wartawan yang menulis berita soal proyek tersebut akan melaporkan hal itu ke pihak kejaksaan dan kepolisian Hermanto menanggapinya sebagai suatu hal yang lumrah.

“Saya pikir itu hal yang lumrah dan wajar siapapun kalau itu untuk melaporkan kejadian kejadian seperti yang mau dilaporkan itu lumrah, tetapi perlu diingatkan kalaupun itu tidak ada indikasi kerugian negara dan dalam masa pemeliharaan dan diduga itu pemberitaan tidak benar dan tidak diklarifikasi dari media ke pada narasumber yang tepat saya rasa itu tidak tepat dan tindakan saya adalah saya akan laporkan balik ke dewan pers,” Tegas Hermanto.

Lebih lanjut, didalam isi dari pemberitaan tersebut bahwa pemasangan conblock itu dikatakan banyak yang bergelombang, kemudian dari pihak kontraktor mejelaskan bahwa hal seperti itu tidak ada kendala disebabkan karena masih dalam proses pemeliharaan.

“Kendala yang dilapangan mungkin secara manusia yang membuat tidak ada yang sempurna, tetapi di dalam spek yang kita beli disetiap tokoh yang seperti itu, kalau tidak rata kita akan ratakan kembali dalam spek seperti apa, penggunaan rata itu difungsikan seperti apa ataukah penggunaan jalan, atau taman. di fungsikan untuk apa dan apakah itu berbahaya seginya, kalau tidak ada segi berbahaya  dan itu sesuai spek kenapa harus diberitakan saya sangat sayangkan sekali dengan hal ini,” Tukasnya. (red05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *