28 November 2020

ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

ide Erzaldi Rosman Mendapat Apresiasi Dari Kanwil Kemenkumham

PANGKALPINANG .
Aspirasipos.com -Wacana Pelaksanaan Proses Asimilasi bagi Narapidana Khusus Narkoba yang merupakan ide Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mendapat Apresiasi dari Kepala Kantor ,Kantor Wilayah Babel Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kanwil Kemenkumham), Sulistiarso.
Hal itu terungkap saat Gubernur Babel Erzaldi Rosman menerima kunjungan Audiensi dengan Kanwil kemenkumham Babel, di Ruang Kerjanya, Senin kemarin
Kakanwil Kemenkumham Babel dalam audiensi tersebut menyampaikan, kedatangannya berkaitan dengan undangan untuk salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan juga merespon ide Gubernur untuk rencana Asimilasi Bagi Narapidana Khusus Narkoba terjun di tengah – tengah masyarakat.
Hal ini, menurutnya, sangat baik dan apabila dilaksanakan akan menjadi yang pertama dan satu – satunya di Indonesia.
Sulistiarso menambahkan, Gubernur Babel yang juga pernah mendapatkan penghargaan dari Kemenkumham, menunjukkan partisipasinya dan perhatian terhadap para narapidana. Dan hal inilah yang memang dibutuhkan bagi para narapidana saat ini, dimana mereka dianggap sebagai saudara, dan sekeluarnya nanti akan kembali menjadi warga negara yang baik.
Menanggapi hal itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman dalam keterangannya mengatakan, dalam rangka memperingati hari narkoba internasional bekerjasama dengan Kemenkumham akan dilaksanakan Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Pelajar di Babel.
Bertepatan dengan itu, dirinya menginginkan adanya pelaksanaan program asimilasi bagi narapidana khusus narkoba untuk menjadi pekerja bangunan di sejumlah tempat, khususnya untuk Pembangunan Tempat Ibadah.
Ternyata hal ini, baru pertama dilaksanakan di lapas narkoba. Ini, kata Gubernur, pengalaman, bagaimana memberdayakan warga, agar mereka dapat merasa hidup kembali berada tengah-tengah masyarakat.
“Kita banyak mendengar beberapa lapas di Indonesia yang terjadi kerusuhan. Salah satunya karena selama ini kurangnya pemberdayaan bagi mereka. Dengan Pemberdayaan ini diharapkan mereka akan merasa hidup kembali berada di tengah – tengah masyarakat, sehingga selepas keluar nantinya mereka tetap bisa memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya,” ungkap Gubernur Erzaldi.(Red)
Sumber: Humas pemprov.Babel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *