ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

Ini Sebab Pembangunan Masjid Asrama Haji Transit Babel Terhenti!!!

Bukan karena Pademi covid 19 dan Refocusing Anggaran

PANGKALPINANG- APC, Setelah ramai diberitakan sebelumnya proyek pembangunan Masjid Asrama Haji Transit Kementrian Agama Provinsi Kep. Bangka Belitung menggunakan dana APBN  Sebesar Rp. 4,2 Milyar Rupiah yang sempat terbengkalai itu terkuak sudah.

Pembangunan Masjid yang seharusnya selesai per tanggal 06 juni 2020 itu terpaksa tertunda hingga akhir bulan agustus 2020 nanti.

Setelah dikonfirmasikan langsung kepada PPK Pekerjaan Pembangunan Masjid tersebut selasa 23/6/2020 ternyata penyebab terhentinya kegiatan itu bukan dikarenakan refocusing anggaran dari pemerintah pusat karena pademi covid -19 seperti dugaan publik sebelumnya melainkan karena adanya adendum waktu dan pengajuan CCO ( tambah kurang pekerjaan ) dari kontraktor pelaksana Cv. Andara Karya Abadi kepada PPK Proyek  perihal review desain struktur pondasi bangunan untuk menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

” Pekerjaan Pembangunan Masjid ini sementara kami hentikan dengan alasan adanya surat pengajuan CCO ( tambah kurang kegiatan )  dari Cv.Andara Karya Abadi tanggal 16 April 2020″, jelas Denny

Lanjutnya , surat tersebut berisikan adanya permintaan review desain kontruksi pondasi bangunan agar saat digunakan kelak bangunan masjid tersebut tetap aman.

Selain itu dalam surat tersebut kontraktor pelaksana kegiatan mengatakan setelah diadakan evaluasi terdapat perbedaan antara volume riil pekerjaan dengan volume  dalam kontrak sehingga dipandang perlu untuk menentukan tambah kurang pekerjaan ( CCO )

” Ada beberapa item yang dilakukan perubahan diantaranya pekerjaan struktur kubah masjid, dan struktur pondasi masjid”,  jelasnya.

Berdasarkan saran tekhnis dari konsultan Perencana No.2.06.CGP-SP/VI/2020 tanggal 02 juni 2020 tentang penguatan pondasi maka PPK Kegiatan dan kontraktor pelaksana sepakat untuk mengikuti dan melaksanakan saran tekhnis tersebut sesuai dengan apa yang telah disepakati dan tertulis dalam surat adendum : ADD-001/MSJD-ASHAT/PPK/KW-HJ/VI/2020 tanggal 05 juni 2020.

Dalam klarifikasinya Denny meminta maaf kepada masyarakat Bangka Belitung khususnya atas keterlambatan ini, dan dirinya berjanji akan melaksanakan kegiatan pembangunan masjid ini sampai selesai agar nantinya segera dapat digunakan oleh masyarakat sesuai peruntukannya dengan tingkat keamanan yang tinggi mengingat masjid ini dibangun di atas permukaan air dan menjadi satu – satunya yang ada di Bangka Belitung.

Ia juga tidak membantah apa yang telah diberitakan sebelumnya dalam artikel ” http://aspirasipos.com/2020/06/22/pembangunan-masjid-asrama-haji-kanwil-kemenag-babel-senilai-rp-42-milyar-terbengkalai“.

” Saya haraf bangunan masjid ini segera selesai  dan masyarakat dapat menggunakannya dengan aman dan nyaman saat beribadah”, tutupnya.

Untuk mendapatkan informasi yang berimbang redaksi coba menghubungi kontraktor pelaksana lewat nomor whatsup nya, namun pesan yang dituliskan dari redaksi hanya dibaca saja oleh Hasan tanpa ada penjelasan darinya.

Hingga berita ini dipublish redaksi belum memperoleh penjelasan dari Konsultan Perencana maupun kontraktor pelaksana yang mengerjakan pembangunan Masjid senilai Rp.4,2 Milyar  tersebut.

Narasumber  yang berkompeten dalam dunia  kontruksi menjelaskan jika apa yang dikatakan PPk Proyek itu benar seharusnya pihak PPK dan Perencana jauh hari sudah melakukan pengkajian di lapangan sebelum pekerjaan itu di lelang, karena sesuai dengan tahapannya sebelum dinyatakan layak atau tidaknya pekerjaan itu di lelang dan dilaksanakan  maka harus ada informasi akurat yang didapat dengan melakukan survey langsung ke lokasi kegiatan dan melewati beberapa tahapan sesuai dengan aturan yg ada yang dilaksanakan oleh konsultan perencana bersama PPK Proyek.

” Jika yang terjadi adalah adanya permintaan untuk penguatan pondasi itu artinya konsultan perencana harus bertanggung jawab atas apa yang direncanakannya dan itu membuktikan bahwa konsultan perencana patut diragukan kompetensinya”, tambah nara sumber.

Secara garis besar tahapan proyek konstruksi dapat dibagi menjadi :
1.Tahap perencanaan (planning)
2. Tahap perancangan (design)
3. Tahap pengadaan/pelelangan
4. Tahap pelaksanaan (construction)

Sayangnya redaksi belum bisa menghubungi konsultan perencana yakni cv.cipta griya persada yang beralamat di Jl.Perindustrian 1No.7 Palembang untuk dimintai penjelasannya.

Pantauan redaksi dilapangan saat ini sedang dilakukan pemasangan kusen pintu dan jendela sembari menunggu proses Penguatan Pondasi masjid dilakukan.(rd1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *