ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

Ketua HNSI Bangka Minta Aparat Tindak Tegas SPDN Bermasalah

Pangkalpinang – aspirasipos.com, kasus penyelewengan bahan bakar jenis solar di bangka belitung masih kerap terjadi, namun penindakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di negeri serumpun sebalai ini sepertinya setengah hati dan masih tebang pilih dan tumpul ke atas.

Seperti yang baru – baru ini terjadi, salah satu SPDN yang ada dibangka tepatnya di lingkungan nelayan II kecamatan Sungailiat Prov. Kep. Bangka belitung yang kedapatan menjual bahan bakar jenis solar bukan kepada nelayan.

Diketahui sebelumnya SPDN itu dilakukan penyegelan ( Policeline ) oleh aparat kepolisian pada hari rabu (17/10/2018) malam.

Namun ┬ásejak dilakukan penangkapan oleh aparat kepolisian SPDN Nomor 29.334.20 yang disebut – sebut pemiliknya adalah wakil ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung belum ada kejelasan tentang status hukumnya.

Menanggapi masalah pendistribusian BBM yang tidak sesuai peruntukkannya ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) kabupaten bangka angkat bicara, kepada wartawan yang menghubunginya kamis, 8/11/2018 melalui aplikasi whats up ( wa ) Ridwan menyebutkan terkait masalah pendistribusian subsidi bahan bakar minyak kepada nelayan yang kerap diselewengkan oleh SPDN yang ada di kabupaten Bangka khususnya harus menjadi perhatian serius dari aparat penegak hukum dan pemerintah.

“Distribusi subsidi bahan bakar minyak solar peruntukannya untuk nelayan kabupaten bangka bukan untuk penambang pasir timah ilegal,” ungkapnya.

ia juga menegaskan kalau ada indikasi penyelewengan harus dilakukan penegakan hukum. Tapi kalau tidak ada penyelewengan harus di perbaiki sistem pendistribusian agar tidak merugikan nelayan.

“Kita harap jika memang diperuntukkan untuk nelayan jangan disalahgunakan untuk kepentingan lain,”ucapnya.

Diakhir percakapan Ridwan menghimbau kepada Pengusaha SPBU/SPDN agar dapat memikirkan nasib masyarakat dan jangan hanya mencari keuntungan semata.

“Kami minta pengusaha SPBU jangan hanya mencari keuntungan semata, tapi pikirkan juga nasib nelayan khususnya yang ada di kabupaten Bangka.” (mr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *