ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

KIP Lembawai Terdampar, Diduga Kuat Menambang Diluar IUP

Diduga Beroperasi Diluar Titik Koordinat IUP, Masyarakat Meminta Aparat Hukum Bertindak

Bangka Belitung (Sungailiat) – ASPIRASIPOS.COM, Sudah sepekan Kapal isap produksi (KIP) timah terdampar alias kandas di perairan pantai Rambak Sungailiat Kabupaten Bangka. Dan belum ada kejelasan KIP timah tersebut akan ditarik kembali akoordinat awal kapal itu beroperasi atau ke Dok/galangan kapal.

Kapal Isap Produk timah yang disebut KIP timah itu merupakan kapal untuk mengisap atau mengeksploitasi pasir timah yang ada di perairan laut.

Keberadaan KIP Timah yang kandas tersebut tentu meresahkan dan membahayakan masyarakat nelayan sekitarnya yang melalui di perairan pantai Rambak Sungailiat.

” Entah kapan kapal isap tu ditarik ke tengah, kami lah ringem (risih-red) adanya kapal isap dipinggir pantai ini, kalau lama dibiarkan takut membahayakan nelayan dan masyarakat yang menikmati pantai wisata Rambak ini.” Kata Zul (38) salah satu warga Sungailiat, Senin (3/08/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Jurnalis Babel yang tergabung dalam Forum Organisasi Pers Bangka Belitung Bersatu (FOPBBB), KIP Timah itu bukanlah milik mitra/rekanan PT Timah Tbk, akan tetapi KIP timah tersebut milik mitra Pemerintah daerah (Pemda).

Diketahui KIP timah yang kandas di perairan pantai Rambak Sungailiat tersebut beroperasi atau melakukan exploitasi penambangan di wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) Pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dan KIP timah itu diketahui masyarakat dinamai ‘Lembawai’, milik seorang pengusaha tambang ternama di Bangka Belitung “HL”.

Untuk mengetahui kronologis kandasnya KIP timah milik grup HL, jurnalis Babel mencoba menghubungi AB salah satu pengurus KIP Lembawai namun sayangnya AB ketika dikonfirmasi enggan untuk menceritakan bagaimana kandasnya KIP timah tersebut. Malah AB menjawab dalam waktu dekat akan ditarik ke galangan kapal/dok. ( Dihimpun dari beberapa media online)

” 1 atau 2 hari lagi diberangkatkan ke dok,” jawab AB singkat melalui pesan WA (WhatsApp-red) pukul 20.50 Wib, Sabtu (1/08/2020).

Sementara itu berdasarkan narasumber Jurnalis Babel yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan diduga KIP timah kandas dikarenakan saat melakukan produksi exploitasi timah terlalu ke pinggir sepadan pantai Rambak dan beroperasi di luar titik koordinat IUPnya.

Warga setempat yang sempat dihubungi redaksi meminta aparat terkait segera menyelidiki kenapa KIP Lembawai sampai terdampar di dekat pantai rambak, kuat dugaan KIP tersebut melakukan penambangan diluar IUP yang dimilikinya.( rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *