ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

KPAD Pantau Kondisi Bayi Di RSBW

PANGKALPINANG – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bangka Belitung kembali mengunjungi Rumah Sakit Bakti Wara (RSBW) untuk memantau langsung kondisi kesehatan bayi dan menemui pihak dokter yang menangani kondisi bayi, pasca melahirkan di dalam mobil, pada Jumat lalu.

Kedatangan pihak KPAD disambut oleh Kabag Pelayanan Medis RSBW, dr. Helvian dan dr. Yunita, selaku dokter jaga saat kejadian kelahiran bayi di dalam mobil.

Dari keterangan dokter, kondisi bayi saat ini sudah 99% masuk oksigen ke seluruh tubuh, tetapi pernafasan bayi masih belum stabil. Untuk asupan makanan bayi, pihak dokter memberikan asi yang dicampur dengan susu. Karena kondisi ASI belum begitu banyak melalui selang yang langsung masuk ke lambung bayi.

Dalam kunjungan ini, Ketua KPAD Babel Sapta Qodria Muafi S.H, beserta komisioner KPAD lainnya ahli hukum Biar M Yamin S.E M.H, serta seorang psikolog Imam Ghozali S.Psi.,M.Si.

Sementara itu Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Perlindungan Anak) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hj. Melati Erzaldi, saat dihubungi Ketua KPAD Babel, mengatakan pihaknya menyayangkan sekali kejadian tersebut, dimana seharusnya pihak RSBT Pangkalpinang harus lebih dulu melihat tingkat urgensi dari kondisi pasien yang bersangkutan.

Menurutnya, pihak RSBT secara medik, sudah harus langsung menangani pasien agar mendapatkan perawatan dan pertolongan. Karena yang tahu hitungan medik dalam mempelajari kondisi pasien adalah petugas medik dari rumah sakit tersebut.

“Hal ini sangat kita sayangkan dengan alasan tidak adanya kamar? Tentunya ini menjadi tamparan keras bagi RSBT dengan terjadinya kasus ini. Karena itu, kasus ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, sebab saya sangat menyayangkan terjadinya hal ini di Provinsi Babel ini,” ungkap Sapta, menirukan pernyataan ketua P2TP2A, Hj. Melati Erzaldi, Sabtu (7/10/2017).

Adapun untuk menindaklanjuti permasalahan ini, Pemerintah Provinsi Babel langsung memberikan mandat kepada KPAD Babel dan Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Babel, untuk menindaklanjuti hal ini sampai tuntas. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *