Laporan Masyarakat, Kajari Jeffry Huwea Datangi Jembatan Baturus II.

BANGKA,Aspirasipos.com – Pembangunan jembatan Batu Rusa II oleh kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jenderal bina marga satker pelaksanaan jalan nasional ( PJN) wilayah 1 Bangka Belitung,Proyek pembangunan jembatan batu rusa tersebut dikerjakan ditahun 2017 dan  2018 ,mengunakan Angaran pendapatan dan belanja negara ( APBN) dengan total anggaran Rp. 46.423.036.000,- dengan waktu pelaksanaan 470 hari kalender yang dilaksanakan oleh PT.Ricky Rencana Sukses Mandiri.
Proyek jembatan batu rusa II, yang terhitung masih baru ini, telah menjadi buah cerita  masyarakat sekitar dan para pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut., yang mana kontruksi pelengkap dari jembatan itu megalami keretakan, mendapat laporan serta keluhan masyarakat dan pemberita di beberapa media online dan cetak, kamis (21/3/2019) pekan kemarin, Tim Kejaksaan Negeri  Sungailiat Kabupaten Bangka dipimpin langsung oleh kajari Jeffry Huwea  didampinggi stafnya
Merespon laporan masyarakat tersebut dengan melakukan kunjungan ke proyek jembatan Baturusa II .
dalam keterangan yang disampaikan oleh  Fendi perwakilan kementerian PU ,kalau keretakan itu terjadi karena adanya pergerakan pada kotruksi pelengkap dan adanya tiang pancang jembatan yang berdekatan ,sedangkan kalau kontruksi pelengkap di pasang dengan tulang beton,maka suatu saat mengalami keretakan maka kotruksi pelengkap itu harus dibongkar habis.” Jadi dibawah kontuksi pelengkap tersebut kita pasang batu  pondasi dengan diisi dengan tanah ucap fendi dihadapan  kajari .
Bangunan Pelengkap Jembatan Baturusa II.
Di kecamatan Merawang.

 

Sementara ,Jeffry Huwea  Menyarankan agar dibawah kotruksi pelengkap dipasang penguat ,kalau terkait

Resiko itu bisa terjadi dimana saja , tetapi kita harus bijak supaya apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terwujut dengan baik ,dan  jembatan ini kalau bisa berumur puluhan tahun saranya.
Disinggung  pemasangan beton penguat itu dananya dari mana ,nanti kita liat anggaranya,kalau ada penambahan itu resiko negara,kenapa diperancanaan itu tidak ada ! nanti akan kita bahas dengan Kementerian perkerjaan  umum  , instrumen mana yang akan dipakai ,apakah bisa digunakan   beton penguat,
Inikan proyek nasional dan ada juga tanggung jawab provinsi,kalau ada masalah yang tidak diperhitungkan awal dari perancanaan pembuatan jembatan ini,
Sedangkan Terkait angaranya penabahan penguat  pasti berbeda bukan lagi angaran perawatan perkerjaan.’kalau
ini bukan merupakan temuan karena kita belum persentasi ,apakah kontruksi hanya begini saja atau ada kontruksi lain “karena bagaimana pun masyarakat akan tahu ,penguatan lebih awal ,tetapi tidak dilakukan Lama – lama pasti tahu Kalau yang ini akan kami lihat karena ini belum tentu gagal kontruksi. Sebutnya.
“Kami sebagai  penegak hukum harus memberitahu masyarakat lebih dulu dan terbuka ,bahwa ada data yang sedang kita pelajari ,
Untuk saat ini tidak ada kekuatiran untuk kontruksi inti namun kalau kita biarkan lama lama akan berpengaruh,Nach untuk antisipasi kita akan bicarakan hal ini kepada pihak kementerian PU agar  menyiapkan langkah  bagaimana kontruksi pelengkap bisa bermanfaat. Sebutnya
Jeffry Huwea melanjutkan  Kalau diperkerjaan peroyek jembatan ternyata itu salah dan tidak bisa memenuhi  harapan masyarakat .”maka karena kita adalah penegak hukum negara, konsekuensi nya adalah hukum.
Sementara, pantauan awak media online ,kajari sungailiatJeffry Huwea  didampinggi beberapa  stafnya dan  kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jenderal bina marga satker pelaksanaan jalan nasional ( PJN) wilayah 1 Bangka Belitung dan manager dari perusahan PT.Ricky Rencana Sukses Mandiri,M.Tohyib. secara bersamaan melakukan pemeriksaan dan peninjuan apa yang menjadi keluhan masyarakat .(Ap/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan