ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

RinaTarol, Heran  belum Ditetapkan Tersangka Perusak  HLP di Desa Penutuk 

PANGKALPINANG ,Aspirasipos.com -Pembangunan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau Terminal Khusus (Tersus) di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar Pongok oleh PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) diduga tidak mengantongi izin.”Kabarnya PT SNS, belum mengantongi izin sesuai dengan UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, PP No. 61 tahun 2009 Jo PP No. 64 tahun 2015 tentang Kepelabuhanan.

Sementara ,RinaTarol SE, “Berang dengan adanya Indikasi Lambatnya penetapan tersangka dari  pihak Kepolisian khususnya Polres Bangka Selatan terhadap oknum PT.SNS yang diyakini telah Merusak Hutan Lindung Pantai (HLP) dan sudah melakukan Pembangunan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau Terminal Khusus (Tersus) tanpa mengantonggi izin”ucapnya Kamis (7/11/2019) seusai Rapat dengar pendapat terkait Kasus penertipan TI ilegal di Kabupaten Belitung Pekan kemarin .RinaTarol dalam wawancaranya meminta ,  “Untuk Polres Bangka Selatan Jangan hanya persoalan yang kecil – kecil cepat dilakukan penindakan bahkan penangkapan, kalau bisa tangkap juga doong Boss Besar dari PT.SNS .,dan pihak Polres Bangka Selatan jangan terlalu lama mengkaji ” kan sudah sangat jelas kalau TUKS itu menurut dinas kehutanan kordinat nya menujukan berada di tepi pantai dan Memasuki hutan lindung pantai ( HLP) ,kenapa yang berantem lebih dulu jadi tersangka  ?. sedangkan yang didepan mata belum juga dijadikan tersangka”tegasnya

Menurut dirinya selaku Komisi II Anggota DPRD Babel seharusnya pihak Polres Bangka Selatan  sudah bisa menetapkan  tersangka terkait kasus perambahan HLP yang dilakukan oleh oknum PT.SNS itu “Pinta Nya.

Dia juga menambahkan Pembangunan Dermaga Jeti atau TUKS semuanya ada aturan, termasuk dermaga di kubu yang digunakan oleh penambangan pasir kuarsa di kawasan kubu.,yang mana dermaga tersebut diduga dibangun di kawasan hutan lindung ” kenapa mereka diam seakan akan tidak melihat itu semua yang , Kami harapkan penegak hukum itulah yang harus benar – benar,agar tidak menimbulkan konflik di masyarakat ,jangan sampai masyarakat itu membuat keputusan sendiri ,membuat hukuman sendiri ,nanti masyarakat lagi yang jadi tersangka ,Sekarang Masyarakat Babel berharap penegak hukum yang jelas.”Sampai berita ini dimuat awak media ini masih terus berusahan menghubunggi dinas terkait untuk dilakukan konfirmasi terkait adanya dugaan perambahan HLP.di Desa Penutuk oleh PT.SNS. “( Ap/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *