ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

Satu Keluarga Tewas Tersengat Listrik , Dua Orang Pemilik Lahan Jadi Tersangka

BOJONEGORO – Aspirasipos.com, Berselang sehari setelah kejadian satu keluarga tewas tersengat aliran listrik, Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro telah menetapkan dua orang tersangka atas kasus tewasnya satu keluarga karena tersengat listrik jebakan tikus tersebut , Saat ini, kedua tersangka sudah ditahan di sel Mapolres setempat dengan dugaan melakukan kelalaian.

“Jadi penyidik kemarin sudah melakukan pemeriksaan. Kita identifikasi di lokasi dan sudah memeriksa beberapa saksi dan gelar perkara,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan kepada wartawan Selasa (13/10/2020).

Budi menyampaikan, bahwa Polisi telah melakukan pemeriksaan  terhadap  kedua tersangka berinisil S dan T warga Dusun Prijek, Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Keduanya diketahui pemilik lahan dan yang memasang jebakan tikus beraliran listrik tersebut.

Sebelumnya, senin 12/10/2020 satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya meninggal dunia bersamaan karena tersengat listrik jebakan tikus di lahan sawah milik kedua warga yang telah ditetapkan menjadi tersangka yakni S dan T.

Keempat korban antara lain Parno (65), Reswati (55) serta kedua anaknya, yaitu Jayadi (31) dan Zaenal Arifin (21) ditemukan tergeletak di pematang sawah oleh saksi Warno sekitar pukul 06.00 WIB.

Setelah mendalami kasus kematian satu keluarga tersengat listrik tersebut akhirnya polisi menetapkan  kedua  tersangka dengan Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kelalaian atau biasanya disebut juga dengan kesalahan, kurang hati-hati atau kealfaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana kurungan paling lama 1 tahun.

Menurut keterangan tersangka, aliran listrik yang digunakan untuk jebakan tikus tersebut kabelnya putus karena tiang penyangga roboh. Aliran listrik itu kemudian mengenai empat korban yang hendak ke sawah hingga meninggal dunia.

Sementara diketahui, kabel aliran listrik untuk jebakan tikus itu diambil dari rumah Tiono yang berjarak sekitar 500 meter dari area persawahan. Aliran listrik tersebut biasa dipasang saat musim tanam hingga mulai berbuah. Pemasangan jebakan tikus itu dilakukan untuk melindungi tanaman dari serangan tikus.

Versi berbeda didapat dari keterangan tetangga korban, dikatakannya bahwa kejadian bermuala  bermula Minggu malam, sehabis isya Parno dan Jayadi pamit ke istrinya akan mengairi tanaman cabai miliknya.

Namun, hingga pukul 22.00 WIB keduanya tak kunjung kembali , ternyata ayah dan anak ini sudah tewas tergeletak tersetrum kabel penerangan yang jatuh di tanah. Mengetahui suaminya tak pulang hingga larut malam, Reswati bersama sang putra, Arifin pun mendatangi lokasi sawah. Namun nahas, ibu dan anak yang tidak mengetahuinya kondisi medan itu juga mengalami nasib serupa. Mereka akhirnya ikut meninggal dunia karena tersengat listrik yang berasal dari kabel terjatuh di tanah.( rd1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *