ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

Sembunyi Dengan 20 Selirnya,Raja Thailand Babak Belur Dibantai Covid19

Pangkalpinang-aspirasipos.com,Raja Thailand Vajiralongkor,Raja Thailand itu yang dikenal sebagai Rama X ini mengisolasi diri bersama 20 selir cantiknya di hotel mewah Grand Hotel Sonnenbichl,Bavaria Jerman.
Menurut data dari Worldometers Total kasus terinfeksi diJerman mencapai 72.383.

Sementara jumlah pasien yang meninggal akibat Virus Corona mencapai 788 jiwa.Sementara,jumlah infeksi Virus Corona dinegerinya,sendiri,Thailand sebanyak 1.771
Sedangkan kematian akibat,Covid-19 tersebut dilaporkan hanya 12 orang.

Selir Raja Thailand Maha Vajiralongkorn,yakni Sineenat Bilaskalayani atau dikenal sebagai Sineenat Wongvajirapakdi,
Baru-baru ini,wabah Virus Corona memang lebih para terjadi di Eropa dan di Amerika.

Dilaporkan,pandemi corona telah menewaskan lebih dari 30.000 orang di Eropa, dengan lebih dari tiga perempat kematian ada di Italia dan Spanyol.

Sebanyak 30.063 kematian akibat corona terjadi di Eropa dengan total 458.601 kasus, menjadikannya sebagai benua yang paling terpukul oleh Covid-19.

Hanya,keputusan Jerman untuk menutup perbatasan dan membatasi perjalanan untuk mengekang penyebaran virus corona berarti ribuan pekerja musiman,terutama dari Eropa Timur,tidak bisa mulai menanam dan memanen sayur buah.

Hal ini bisa menyebabkan harga buah-buahan dan sayur mayur naik, Presiden Asosiasi Pertanian Jerman (DBV) Joachim Rukwied mengatakan kepada harian Neue Osnabruecker Zeitung,Rabu (1/4/2020)

Komisi Uni Eropa menyatakan, negara-negara Uni Eropa harus mengizinkan ratusan ribu pekerja migran musiman yang menanam atau memanen tanaman melintasi perbatasan, meskipun ada langkah-langkah nasional untuk mengatasi virus corona.

Nasib Selir Rebut Posisi Permaisuri, Raja Thailand Akhirnya Copot Istri baru Dinikahi 3 Bulan.

Negara-negara di Uni Eropa telah menetapkan kontrol perbatasan yang ketat untuk membendung wabah corona,yang mengakibatkan pasokan makanan dan medis tertunda.

“Kami rasa kami akan menghadapi berkurangnya pasokan buah dan sayur secara keseluruhan,” kata Rukwied. Beberapa petani mempertimbangkan untuk membatalkan pesanan benih dan tanaman karena pekerja berkurang.

Menteri Pertanian Jerman Julia Kloeckner menyebutkan, dia sedang meminta persetujuan Kementerian Dalam Negeri mengenai masalah ini. “Karena kita tidak bisa melakukannya tanpa pekerja pertanian musiman tambahan,” ujarnya.

Menurut Kloeckner perlu menemukan keseimbangan antara kebutuhan untuk mencegah penyebaran Covid-19,dan kebutuhan pekerja musiman guna membantu di lahan pertanian.

“Kita harus menemukan jawaban, kita tidak bisa membiarkan petani bergantung pada ini,” sebut Kloeckner kepada Awak media.(RD7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *