ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

Syahbandar Kurang Komunikatif, DJPT KKP : Tetap Beroperasi Sesuai Protokol Kesehatan

Pangkalpinang — Aspirasipos.com, Pelabuhan Perikanan Muara Sungai Baturusa di kawasan Industri Ketapang Kelurahan Temberan Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ramai dikunjungi oleh warga sekitar, Sabtu (11/04/2020)

Berdasarkan pantauan awak media, disaat Pemerintah, TNI dan POLRi serta Masyarakat serius memerangi COVID-19 dengan Antisipasi penularan virus dengan memutuskan rantai terjangkitnya virus tersebut, pihak kesyahbandaran terkesan kurang komunikatif.

Pejabat di Syahbandar Pelabuhan Perikanan Muara sungai Baturusa, Sularsono saat dikonfirmasi wartawan, di¬† 08/04/2020 yang lalu hanya menyampaikan secara singkat bahwa, “pihak kesyahbandaran perikanan tidak ada urusan dengan Covid-19”. kata dia.

Ucapan tersebut tentunya sangat disesalkan. Bahwa ada prilaku pejabat yang diamanatkan Pemerintah ataupun Negara yang dipercayakan sebagai pelayan publik maupun masyarakat berkata seakan kurang komunikatif.

Sekedar informasi, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berlangsung di tengah wabah Covid-19. Sebagai antisipasi penyebaran virus, aktivitas yang berlangsung di pelabuhan harus berjalan sesuai dengan protokol pencegahan.

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP, membuat program Siaga Nelayan di 31 pelabuhan pusat, perintis dan UPT daerah di 34 provinsi. Lokasi difokuskan pada pelabuhan perikanan sebagai tempat pelayanan dan aktivitas perikanan tangkap.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar mengatakan pihaknya akan terus berupaya agar operasional pelabuhan perikanan tetap berjalan supaya pasokan ikan tetap ada. Semua aktivitas dan fasilitas yang digunakan dipantau.

“Tiidak hanya pada fasilitas di lingkungan pelabuhan perikanan namun juga pada kendaraan yang keluar masuk area pelabuhan perikanan,” katanya, Selasa, (31/3/2020) yang lalu.

Ia menambahkan, bahwa semua kita pantau baik armada perikanan, alat tangkap, kesehatan nakhoda dan awak kapalnya serta produk perikanan yang didaratkan harus terjaga kehigienisannya, selain itu dilakukan juga pemeriksaan kesehatan nelayan dan awak kapal perikanan.

Juga dilakukan penyemprotan desinfektan, sterilisasi kapal perikanan, unit pengolahan ikan, TPI, pabrik, pembagian hand sanitizer, masker, distribusi vitamin dan penyediaan disinfektan chambers di pelabuhan UPT. (Fr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *