Tim Jejaring Keamanan Pangan Babel : inspeksi mendadak di Pasar Tradisional.

Fokus pelaksanaan pengawasan TJKPD Babel tersebut, dilakukan ke Pasar Kenanga Sungailiat, Toko Buah Dea, TM Mart yang berada Merawang simpang pertigaan menuju Balun ijuk dan Sungailiat.

Bacaan Lainnya

Tim pertama kali melakukan pengawasan ke Pasar Tradisional Kenanga Sungailiat. Di tempat ini, tim mengecek langsung pangan segar dan sayur mayur yang diperjualbelikan oleh para pedagang, dan melakukan residu pestisida pada sayur mayur, khususnya sayur putih yang banyak di konsumsi masyarakat sekitar.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan tim, kandungan pestisida yang ada dalam kandungan sayur putih tersebut, dinyatakan petugas penguji dari Dinas Pangan Babel masih di bawah ambang batas yang telah ditentukan, sehingga sayur putih tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Selesai di Kenanga, tim bergerak ke toko buah Dea dan kembali melakukan pengecekan terhadap buah apel produk impor dari Amerika yang selama ini banyak informasi menyebutkan bahwa banyak produk apel dari Amerika mengandung formalin.

Namun, dari hasil pengecekan dan pengujian terhadap sampel apel tersebut, kabar itu terbantahkan, dan dinyatakan tidak terdapat kandungan formalin alias aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Tim kemudian melanjutkan pengawasan di TM Mart yang berada di Merawang. Dari hasil pengawasan yang dilakukan di TM Mart, ditemukan 3 buah Jerigen Kecap Manis Merek Tip Top yang masa berlakunya akan habis, dan dengan kemasan jerigen yang kotor.

Koordinator Tim Jejaring Keamanan Pangan Babel, Pairus mengatakan, sidak ke Pasar Tradisional Kenanga Sungailiat,  toko buah  Dea dan TM Mart Merawang, bertujuan untuk menjaga terjamin keamanan pangan di daerah tersebut.

Hasil temuan yang didapatkan di lokasi, yakni kecap manis Cap Tip Top dari TM Mart yang masa berlakunya akan kadaluarsa serta kemasan jerigen yang kotor, Pairus meminta pengelola tidak menjual kembali barang yang hampir habis masa berlakunya itu.

Pairus juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu melakukan pengecekan (teliti sebelum membeli bahan pangan), sehingga terhindar dari pembelian barang yang sudah rusak, kadaluarsa, bahan pangan yang tidak memiliki izin edar, maupun yang tidak memiliki register bahan pangan dari pihak berwenang.

Hal senada diungkapkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Pangan Babel, Armaini. Tim Jejaring Keamanan Pangan Babel, kata dia, telah melakukan pengawasan secara rutin ke lokasi pasar modern maupun pasar tradisional, toko buah dan tempat penjualan bahan  pangan segar lainnya.

Armaini mengharapkan kepada pedagang dan pengelola ritel/minimarket/swalayan untuk selalu melakukan pengawasan dan pengecekan atas bahan pangan yang dijual, agar bahan pangan yang dijual tidak tercemar microba ataupun kontaminasi lainnya.(Ap/red).

Sumber: Humas Prov Babel
Penulis  : Sentosa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan