ASPIRASIPOS.COM

BEDA & BERIMBANG

Tren Pasien Positif Covid 19 Naik, Ini Antisipasi Dinkes Pemprov Babel

Pangkalpinang — aspirasipos.com, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19 Babel), Andi Budi Prayitno membenarkan penambahan empat pasien terkonfirmasi per 7 Juni 2020, Minggu kemarin.¬†

Dalam laporan situasi terkini dilansir situs resmi (covid19babelprovgoid), dan perkembangan Covid-19 di Babel, disampaikan Andi empat penambahan kasus positif corona ini tersebar di empat kabupaten/kota di Babel yakni Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat dan Kabupaten Belitung. 

“Dengan adanya penambahan tersebut, maka pasien konfirmasi Covid-19 di Babel kumulatif per hari ini menjadi berjumlah 102 orang,” jelasnya.

sumber gambar: situs covid19 pemprov babel

Sementara itu, dalam menyikapi naiknya kurva pasien terkonfirmasi yang ada di Provinsi Babel, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Babel, Mulyono mengatakan bahwa hal ini menunjukkan kinerja surveilans yang baik sehingga dapat menemukan semakin banyak OTG.

“Untuk langkah preventif yang harus dilakukan diantaranya adalah, sosialisasi dan edukasi masyarakat di segala lini untuk menguatkan pelaksanaan protokol Kesehatan. Yang kedua, melalui puskesmas agar dapat melakukan tracking kasus secara ketat. Kemudian semakin banyak kasus yang dicegah, semakin banyak OTG yang ditemukan, mempersiapkan masyarakat untuk karantina mandiri, dan mempersiapkan ruang isolasi dan juga fasilitas pelayanan Kesehatan,” urai dia Senin (08/06/2020).

Ketika ditanyakan bagaimana jika kurva pasien terkonfirmasi terus alami kenaikan, apakah pihak dinkes akan mengusulkan penjadwalan ulang “New Normal” Mulyono menjawab bahwa pemberlakuan new normal harus sesuai pedoman, “banyak aspek yang harus kita pertimbangkan dan penuhi,” kata dia. 

Sementara jika terjadi situasi yang kahar dan memerlukan mitigasi yang terukur untuk menampung pasien  jika ada lonjakan kasus, Kadinkes menyatakan telah mempersiapkan tiga tempat, yakni Wisma Badiklat,  Asrama Haji, dan BLK Provinsi. 

“Jelas fasilitasnya beda karena ini bukan rumah sakit. Yang kami tangani adalah individu yang tidak memerlukan penanganan khusus,” pungkasnya.(red6).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *