Paparan berlangsung di sela-sela kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pembangunan Sektor Kepariwisataan pada Pemerintah Daerah, yang digagas oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Babel, di Ruang Pertemuan BPK Babel, Rabu (12 /9/2018).

Wagub Abdul Fatah dalam paparannya itu, menyebutkan trend event pariwisata di Bangka Belitung saat ini terus meningkat. Pariwisata ini merupakan Sektor Unggulan Strategis Babel setelah Perikanan/Kelautan, dan Pertanian/ Perkebunan.

Dijelaskannya, Pariwisata Babel memiliki daya tarik wisata alam, budaya dan buatan. Pada tahun 2018, Babel berhasil menampilkan 127 even pariwisata dan budaya. Promosi pariwisata Babel juga dilakukan melalui roadshow, pameran di dalam dan luar negeri, serta tourist information center (tic).

Secara keselurahan, urai Wagub, pariwisata yang merupakan sektor unggulan strategis Babel ini, terus dipacu dengan melahirkan beberapa kawasan seperti Kawasan Ekponomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung dan KEK Tanjung Gunung serta KEK Pantai Timur Sungailiat Pulau Bangka yang saat ini proses administratifnya telah 99 persen Final menunggu keputusan dari Kementerian di Jakarta.

Baca Juga..  Peduli Nelayan, Sat Polair Babar Bagikan Life Jacket

Untuk memacu hal tersebut, Pemerintah melakukan kerjasama dengan pihak maskapai Penerbangan untuk membuka rute penerbangan dari beberapa daerah langsung ke Babel. Untuk Aksesibilitas juga ditingkatkan, seperti pemenuhan infrastruktur jalan.

Pihaknya juga mendorong Kabupaten/Kota untuk peningkatan Layanan Publik dengan pembangunan fasilitas umum seperti toilet dan lainnya.

“Sumber Daya Manusia (SDM) juga ditingkatkan melalui Kompetensi dan sertifikasi para Pelaku Pariwisata, berkerjasama dengan Kementerian. Juga peningkatan UMKM penunjang yang saat ini didorong untuk sertifikasi halal sehingga tidak ada keraguan dari para wisatawan datang ke Babel,” jelas Wagub Abdul Fatah.

Kegiatan ini, menurut Wagub, salah satu tugas BPK sebagai pengawas dalam Program Pemerintahan. “Setiap Gerak dan kegiatan apapun harus diiringi pengawasan di dalam penyelenggaraannya, sehingga program yang disusun itu sesuai dengan kaedah dalam penyelenggaraan pemerintah di Indonesia ini, sehingga kita bisa melihat bagaimana perencanaan, penyelenggaraan dan bagaimana hasil akhirnya apakah bermanfaat bagi masyarakat. Itu adalah tugas BPK,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Babel, Agus Arif dalam sambutannya menyampaiakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal program pemeriksaan pengembangan pariwisata di Babel, sehingga mendorong Upaya Pemerintah Daerah maupun Industri Pariwisata menjadi lebih baik.

Baca Juga..  PDB Triwulan II 2020, Sektor Pertanian Tumbuh Paling Tinggi

Dijelaskannya juga, dalam program pemeriksaan pengembangan pariwisata di Babel, dilakukan pemeriksaan atau audit kinerja. Dan saat ini, masih dalam tahap perencanaan.

“Kami ingin mendapatkan masukan, gambaran, mengenai proses bisnis di bidang Pariwisata. Bagaimana proses perencanaan, pengembangan dan pengelolaan oleh Pemerintah Daerah maupun Industri Pariwisata. Jadi, masih sifatnya informasi, menerima masukan dari berbagai pihak. Kami mulai audit setelah mendapat masukan ini,” terangnya.

Lanjut dia, audit kinerja ini, lebih berorientasi kepada upaya perbaikan di masa yang akan datang. Penilaian dilakukan baik dari peoses prencanaan, implementasi, evaluasi hingga capaian target.

Pemeriksaan pengembangan Pariwisata ini, diambil setelah menerima masukan dari beberapa pihak, dengan objek Pemeriksaan yaitu Pemprov Babel, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah yang dinilai memiliki Potensial di sektor pariwisata.

Kegiatan sehari ini, diikuti 70 peserta, dan menghadirkan Narasumber dari Pemprov Babel seperti Bappeda dan Dinas Pariwisata, serta Badan Pusat Statistik Perwakilan Babel.(Ap/ Red).

Sumber : HumasPro
Penulis  : Tulus