Wagub: Stakeholder Harus Berkolaborasi Hadapi Bonus Demokrasi

PANGKALPINANG,Aspirasipos.com – 2020 adalah tahun dimulainya bonus demokrasi, yaitu suatu keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk non produktif. Menghadapi kondiri tersebut, mulai saat ini, mau tidak mau Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), harus mempersiapkan diri.

“Kolaborasi antar stakeholder, lintas sektoral Provinsi dengan Kabupaten/Kota dan Instansi terkait lainnya di Negeri Serumpun Sebalai ini, harus dilakukan dalam menghadapi Bonus demokrafi itu,” kata Gubernur saat menjadi Keynote Speaker Telaah Tengah Tahun Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tingkat Provinsi Babel Tahun 2019, Kamis (15/8/2019) di Sun Hotel Pangkalpinang.

Dipapar Wagub, Bonus Demokrafi akan mulai dirasakan pada 2020, dan puncaknya pada tahun 2030. Saat ini, Provinsi Babel memiliki penduduk sebanyak 1.459.873 jiwa, terdiri dari, usia 0 – 14 tahun 24%, usia 15 – 64 tahun 68%, dan usia 65 tahun ke atas 8%.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, sudah melakukan langkah-langkah stategis untuk menghadapi Bonus Demokrafi tersebut, yaitu, kata Wagub, membentuk manusia Babel yang Sehat, Cerdas, dan Kompetitif. Cara salah satunya, adalah berkolaborasi dengan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Langkah lain, dilanjutkan Wagub, membekali diri anak-anak peserta didik generasi berencana, seperti berapa usia minimal perkawinan baik pria maupun wanita, dan jumlah anak yang harus dimiliki. “Yang kita tawarkan menikahlah di usia matang,” ujar Wagub.

Selanjutnya, dipaparkan Wagub, Pemprov mempersiapkan siswa-siswa di sekolah kejuruan (SMK) yang terampil, dengan memperbanyak volume praktek bagi siswa. Dan penyiapan tenaga kerja yang berketrampilan, berupa pelatihan – pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi bonus demokrasi sekaligus menekan pertumbuhan penduduk, diungkapkan Wagub Abdul Fatah, kedepan, satu anak cukup.

Wagub mencontohkan dari sejumlah Negara yang telah sukses melalui Bonus Demokrafi diantaranya Korea, mereka sukses mengarahkan industri membuat komponen Hanphone (HP). Kemudian China, berhasil mendorong industri rumahan dengan membuat komponen peralatan elektronik.

“Mari kita berkolaborasi, bergandengan tangan, antar lintas sector, Provinsi, Kabupaten/Kota untuk mengani masalah Kependudukan dan KB ini, dalam rangka menghadapi Bonus Demokrafi dan melahirkan manusia yang sehat, cerdas dan kompetitip. Mari, masing – masing pihak terkait turun dan maksimalkan melalui Kampung KB yang sudah dibentuk dan dicanangkan,” ajak Wagub yang juga menjabat Ketua PMI Babel Periode 2019 – 2024 itu.

Sebelumnya, Kepala BKKBN Babel Etna Estelita, mengucapkan terima kasih kepada Wagub yang telah hadir membuka sekaligus menjadi Keynote Speaker Kegiatan Telaahan Tengah Semester ini.

Etna berpandangan, pertemuan ini sangat strategis untuk mengetahui capaian program semester 1, dan evakuasi untuk langkah pelaksanaan program di semester 2, sehingga program kerja tahun 2019 dapat tercapai.

“Rata- rata kelahiran anak wanita usia subur di Babel 2,25. Bahkan masuk di posisi ketiga provinsi di Indonesia yang berhasil menekan laju angka pertumbuhan penduduk ini. Kendati begitu, masih ada kekurangan-kekurangan yang dibenahi,” kata Etna.

Oleh karenanya, melalui kegiatan selama dua hari ini, Etna mengatakan, dibutuhkan masukan dari para peserta yang merupakan Kepala Dinas Kesehatan se Babel, Kepala BKKBN se Babel, dan instansi terkait lainnya.

Etna juga mengimbau Kabupaten/kota yang kekurangan kontrasepsi, untuk segera koordinasikan ke BKKBN Babel.

Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN RI, Hitima Wardani juga menyampaikan harapannya agar pihak-pihak terkait yang terlibat sebagai peserta kegiatan ini, untuk bisa berkontribusi memberikan masukan, dalam rangka pencapaian program kependudukan dan keluarga berencana, dan dalam rangka menghadapi Bonus Demokrafi.

Pembukaan kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Sinergitas Implementasi Program Kerja Provinsi dan Kabupaten/ Kota dalam Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas” ini, ditandai dengan Pemukulan Gong oleh Wagub Abdul Fatah.

Narasumber Taklshow di TVRI

Usai menjadi Keynote Speaker di Kegiatan Telaah Tengah Tahun Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tingkat Provinsi Babel Tahun 2019, Kamis (15/8/2019) di Sun Hotel Pangkalpinang, di ruang berbeda, Ketua PMI Babel itu, juga menjadi narasumner di Talkshow yang digelar TVRI Babel.

Sumber:
HumasPro
Penulis:
Ahmad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan