Kepala UPT. Mengakui  IPLT di TPA Bangka Barat Belum Dioperasikan 

BANGKA BARAT,Aspirasipos.com-Pembangunan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) pada tahun 2016 oleh dinas cipta karya satker pengembangan pengolahan  pemukiman Bangka Belitung sampai hari ini kamis  (4/4/2019 ) ada dugaan  belum dilakukan serah terima antara dinas cipta karya ke dinas BLHD kabupaten Bangka Barat kalaupun itu  pengolahan nya diberikan kepada dinas BLHD.
Mengenai adanya peningkatan IPLT tahun 2018 kepala UPT  TPA dinas lingkungan hidup Kabupaten Bangka Barat  kosmaria.s.si mengatakan  ,Pembangunan  IPLT di wilayah TPA, Bangka barat pada tahun 2016 lalu  memang benar belum dioperasikan sampai tahun 2019 ini ,dan pada tahun 2016 sampai tahun 2018,salah satu Bak Penampung Air atau Bak  Paku Tatif bocor,jadi di tahun kemarin diperbaiki atau ditingkatkan, sebenarnya itu dilakukan perbaikan bak dinding dari bak penampungan yang bocor ,sedangkan untuk perbaikan itu ,memang pihak satker ada komunikasi dengan kita,
Namun  selama perkejaan itu kami masih menyusun siapa pengelola IPLT  itu sendiri.
Karena kalau kita kembali keperaturan, pengelolaan itu ada di PU.perkim, tapi karena itu adanya diwilayah TPA Bangka Barat diharapkan Kembali ke kedaerah.Harapnya.
Bangunan IPLT.Kabupaten Bangka Barat. 
Namun sampai sekarang persoalan pengelolaan itu belum selesai ,jadi sebenarnya wewenang BLHD atau wewenang PU perkim,jadi sampai sekarang belum selesai ,karena tidak mungkin kita kerja tanpa tugas dan fungsi yang sesuai.’nanti kita laksanakan  Tahu – tahu nyalihin kita.karena  disitu nanti harapannya ada distribusi pendapatan daerah dan itu harus jelas tak mungkin kita tidak ada tugas pungsinya untuk  pengolahan,  nanti kalau kita jalankan nanti kita disalahkan pula seperti itu.Sampainya.
namun sampai sekarang ,tempat pengolahan lumpur tinja itu belum pernah dioperasikan,karena dari tahun 2016 sampai 2018 Bak PatinTatif mengalami kebocoran pada hampir semua dinding,kebocoran itu dibuktikan adanya peyusutan air pada bak tersebut.’ dengan adanya kebocoran itu maka hampir semua dinding kolam diperbaiki, kepala UPT melanjutkan,Bak SSC yang berfungsi untuk tampung lumpur,yang awalnya di lantai dengan semen polos ditutup semua, pada proyek peningkatan tahun 2018 kemarin dilakukan pembongkaran pada lantai Bak SSC dan diganti dengan conblok agar lumpur bisa turun kebawah”jelas kosmaria.s.si
Dengan masih adanya kebocoran pada dinding kolam Patin Tatif kita red/BLHD Babar dianjurkan oleh dinas satker cipta karya waktu itu agar mengajukan Proposal peningkatan dan perbaikan kolam ,agar kolam yang bocor tadi bisa dilakukan perbaikan akui kepala UPT.
Disinggung terkait IPLT yang telah dibangun dari tahun 2016 sampai dengan adanya peningkatan pada tahun 2018 apakah telah dilakukan serah terima dengan tegas dia sampaikan ,sampai saat ini kami rasa belum ada karena saya sempat tanya hal itu ke satker cipta karya waktu itu ibu miarka(cika)”seperti apa  proses penyerahannya”jawaban dari satker cipta karya rencana penyerahan akan dilakukan serentak seluruh indonesia karena adanya program pemerintah pusat menuju 100.0.100,Ungkap kosmaria.s.si 
kosmalia menerangkan untuk pembangunan IPLT ditahun 2016 merupakan permintaan dari dinas cipta karya,kami hanya disuruh membuat proposal pengajuan dan menyiapkan lahan saja, dan
Mengenai IPLT salah satu tambahan nilai untuk mendapatkan adipura” itu tidak ada masuk dalam penilaian adipura dan itu tidak benar” terangnya.
Sementara  ,pantauan awak media di lokasi bangunan IPLT  Bangka ,Barat Mesin pompa air  sebagai  sarana pelengkap peningkatan proyek tahun 2018 sudah hilang .dan itu dibenarkan oleh narasumber media online ini “(Ap/Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan