Masyarakat Tanjungpandan Mengeluh  BBM, Jenis Permium dan Pertalite Susah Didapat

BELITUNG,Aspirasipos.com -Gara – Gara Tersendat masuknya  Bahan Bakar Miyak ( BBM) ,jenis Permium dan Pertalite di Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Infonya karena kurang bersahabatnya perairan laut Belitung, Mengakibatkan Keterlambatan BBM masuk ke SPBU yang ada di kabupaten tersebut.
Dengan Keterlambatan itu membuat masyarakat Tanjung Pandan harus mengantri untuk mendapatkan BBM, Namun sangat disesalkan masih ada saja oknum masyarakat yang memanfaatkan kekosongan BBM itu untuk kepentingan bisnis.’adanya oknum Masyrakat yang membeli BBM jenis Permium dan Partalite dengan mengunakan  Drigen di SPBU 24.33479 yang lokasinya berada di jalan jendral Sudirman Tanjungpandan.

AM (42) tahun Warga Tanjung Pandan Saat ditemui awak media online ini kamis ( 15/11/2018), dilokasi SPBU menyampaikan sudah seputaranTanjungpandan berkeliling hari ini, Beberapa SPBU di tanjungpandan di padati kendaraan yang antri  baik roda dua  ( 2) maupun Roda empat ( 4) demi untuk mendapatkan BBM bersupsidi, tapi waktu saya di SPBU,’ katanya BBM lagi kosong kapal belum bisa merapat, jadi belum bisa bongkar muat kata salah satu pegawai SPBU tadi pagi .
Pusing kepala,kalau bensin sampai tidak ada,kalau seperti ini harga mahal pun akan dibeli.’ bagaiman kami mau ketempat kerja kalau besin tidak ada yang jual , ‘ucapnya.
kalau untuk saat ini banyak pengeritnya yang ngantri di SPBU , Bapak wartawan  pasti tahulah kalau pengerit itu bayak akalnya agar tidak diketahui sama yang lain ,pada saat mereka melakukan pengeritan.
‘Padahal pengerit banyak’ tapi yang berjualan eceran kosong, Pertanyaan kami  kemana BBM jenis permium itu ?  Ujar narasumber online ini.
Salah satu karyawan SPBU ,  mengatakan’ Susahnya untuk mendapatkan BBM di karnakan kapal yang mengangkut BBM tersebut untuk saat ini belum bisa merapat, jadi belum  bisa bongak, maka adanya keterlambatan.
‘”besok sudah pasti normal’”
Bahkan bagi pengerit untuk hari ini kita tidak kami  kasih, karna kita lebih fokus untuk umum’ sebutnya.
Hal yang sama juga terjadi di SPBU Desa Dukong jalan Pelataran Pilang, terpantau oleh awak media online ini, hanya satu Nosel yang aktif  itupun hanya untuk BBM  ‘jenis Premium, sementara itu BBM yang baru di bongkar satu (1) Tangki’ yang ukuranya lima ( 5 ) Ton.
Terlihat jelas padatnya warga yang ingin mengisi BBM untuk kendaraan mereka.  ‘ Namun ada belasan orang pengerit mengunakan kendaraa bermotor dengan tangki yang diduga telah dimodifikasi serta tidak ketingalan juga kendaraan  roda empat (4) ikut antri untuk mendapatkan BBM bersupsidi itu.
Seperti yang dituturkan EM (37) tahun salah satu warga Dukong Tanjungpandan mengaku dirinya sudah hampir dau ( 2 ) hari ini sulit mendapatkan BBM jenis Premium’ baik itu di SPBU maupun Eceran.
“Saya sudah keliling hari ini seputaran Tanjungpandan Beberapa SPBU di padati oleh kendaraan yang lagi antri’ infonya BBM lagi kosong barang belum bisa bongkar ‘ karena kapal belum bisa merapat,” katanya.
Sementara itu untuk mendapatkan Premium, ia harus Lihai – lihai dalam mengambil jalur kalau tidak begitu tidak dapat, karna di SPBU ini  masih berkeliaran oknum pengerit itu  ,ada dugaan tangki kendaraan mereka telah dimodifikasi ,kami berharap pihak Pengelolah SPBU harus membuat aturan khusus semisalnya untuk kami yang  tidak pernah mengerit kalau bisa agar  diutamakan, masalahnya kami bukan untuk bisnis’ kita untuk pakai keperluan sehari – hari.
Saya pernah dengar  bahkan muatan pengerit bisa dapat 1 ton BBM dalam sekali tembak dan beberapa oknum bilang  karena sudah kordinasi jadi mereka bisa dapat banyak BBM tersebut, ungkapnya..
“Kalau begini terus dan susah untuk mendapatkan BBM  jenis permium dan Patalite,. Makan , kami sebagai masyarakat yang akan dirugikan, kami tidak akan kebagian premium, kalau pun  kebagian biasanya kita beli dari pengecer malahan itu sudah harga lebih dari SPBU kapan orang seperti kami mendapat subsidi kalau begini terus, Harapanya.
Sampai berita di muat awak media online ini terus berusaha menghubungi Pihak Pertamina  dan pemilik kedua SPBU itu, untuk konfirmasi dan klarifikasi. “(Ap/ Nop)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan