OASA Bangun Pabrik Wood chip Terbesar Untuk Co-firing di Bangka

Caption : Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Bobby Gafur Umar didampingi pejabat Kabupaten Bangka meresmikan dimulainya pembangunan pabrik wood chip terbesar untuk co-firing pembangkit listrik PLN di pulau Bangka, Senin 10/7/2023.

Kerjasama dengan KOPETINDO, Target 6000 Ton Wood chip/ Bulan

BANGKA – ASPIRASIPOS.COM, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (“Perseroan” atau “OASA”) memantapkan komitmennya membantu pemerintah dalam memanfaatkan sumber-sumber alternatif energi terbarukan (ET), guna memenuhi kebutuhan energi listrik. Misalnya, dengan pemanfaatan biomassa melalui skema co-firing bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di sejumlah daerah.

Bekerja sama dengan Koperasi Energi Terbarukan (Kopetindo) dan didukung  pemerintah daerah Kabupaten Bangka, Perseroan melalui anak usahanya, PT Mentari Biru Energi siap meningkatkan dan mengembangkan produksi wood chip, produk biomassa untuk keperluan co-firing PLTU barubara.

Hari ini, Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Bobby Gafur Umar didampingi pejabat Kabupaten Bangka meresmikan dimulainya pembangunan pabrik wood chip terbesar untuk co-firing pembangkit listrik PLN di pulau Bangka. “Sejalan dengan peningkatan kebutuhan biomassa untuk kebutuhan program co-firing PLTU batubara,  kami sedang  kembangkan fasilitas produksi wood chip dan wood pellet di kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Belitung propinsi Bangka Belitung dan di propinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk kepada wartawan, usai acara di Bangka, Senin (10/7)

Bacaan Lainnya

Dijelaskan oleh Bobby, pihaknya melalui PT Mentari Biru Energi akan mengembangkan kapasitas pabrik  wood chip di Kabupaten Bangka dan Sumbawa Barat, NTB, serta pabrik wood pellet di daerah yang sama. “Untuk pabrik wood chip dan wood pellet di Bangka, investasinya akan mencapai Rp.200 milyar dalam dua tahun ini,” katanya.

Ia menambahkan, produk wood chip dan wood pellet di Bangka Belitung dan NTB, selain untuk kebutuhan dalam negeri, juga akan diekspor ke Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok. “Tentunya prioritas untuk keperluan PLN, dalam hal ini untuk co-firing PLTU Air Anyir di Bangka Belitung dan juga PLTU Sumbawa,” kata Bobby.

Melalui investasi ini, kapasitas pabrik baru di Bangka Belitung akan meningkat dari saat ini 1.500 ton per bulan menjadi 6.000 ton per bulan. Ia menjelaskan, progress pembangunan pabrik tersebut cukup menggembirakan. “Tahap pengadaan lahan dan persiapan desain pabrik sudah selesai. Hari ini kita mulai meresmikan dimulainya pembangunan pabrik wood chip di sini, di Bangka Belitung,” kata Bobby, seraya menambahkan bahwa pengembangan unit usaha yang sejenis  di NTB, juga tengah dipacu. “Di NTB, kami bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah, yakni PT Gerbang Entebe Emas, kita tingkatkan kapasitasnya menjadi 2.000 ton per bulan,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Bobby, produk wood chip tersebut nantinya akan digunakan oleh PLTU Bangka di kawasan Air Anyir, Bangka sebagai campuran batubara dengan target campuran 15 persen. “Besaran campuran ini merupakan yang tertinggi di Indonesia, sehingga diharapkan dapat menurunkan emisi karbon di PLTU Bangka, yang nantinya juga dapat memperbaiki kualitas udara di daerah ini,” ujarnya.

Seluruh produk biomassa yang akan dihasilkan oleh pabrik tersebut nantinya akan dibeli oleh PT Bakti Energi Sejahtera, anak perusahaan YPK (Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan) PLN. Panandatanganan  naskah kerjasama antara PT Maharaksa Biru Energi Tbk dengan PT Bakti Energi Sejahtera selaku off taker juga telah ditandatangani oleh Bobby Gafur Umar dengan Lutfi Nazi, Direktur Utama PT Bakti Energi Sejahtera dihadiri oleh Bupati Bangka H. Mulkan dan Undangan yang hadir lainnya. ( rd2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan