Semen Padang Lakukan Study Tiru Ke Workshop KOPETINDO di Bangka

Aspirasipos.com, Bangka – Dalam rangka mendukung rencana pemerintah untuk beralih ke energi hijau untuk mencapai NZE di 2060, Empat orang Perwakilan dari PT Semen Padang melakukan studi tiru ke pabrik pengolahan woodchip cofiring biomassa untuk PLTU Batu Bara Air Anyir milik konsorsium PT Tehnik Sinar Baru (BTSB), KOPETINDO, Solusi Energi Inovatif (SEI) dan PT BEST di Desa Air Duren, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (2/11/2023) sore.

Empat orang yang diutus dari management PT Semen Padang untuk melakukan studi tiru ke Pabrik pengolahan woodchip Cofiring Biomassa di desa Air Duren tersebut terdiri dari berbagai Divisi diantaranya Divisi CSR, AFR, Workshop dan Rekayasa yang kedatangannya disambut secara langsung oleh Arif Efendi PT BTSB, perwakilan PT Mentari Biru Energi, Perwakilan PT Maharaksa Biru Energi,Tbk, Ted Pic PT BEST, Setyo Gusti Kopetindo.

Divisi CSR PT Semen Padang, Nirwan mengatakan tujuan utama berkunjung ke Pabrik pengolahan Woodchip Cofiring di Bangka yakni studi tiru untuk melihat proses penyediaan kayu budidaya disini bagaimana pengolahannya dan proses yang di pakai PLN itu seperti apa prosesnya dari awal material datang sampai jadi cofiring.

” Saat kita sudah ada kontrak dengan pak Widi (Chairman KOPETINDO) disana (Bangka-Red) ada lo pak mesinnya. jadi kita pengen lihat bagaimana hasilnya, makanya kita kesini di kirim sama manajemen kesini. Kalian studi tiru, kalian lihat disitu, nah minta ijinlah kita ke Pak Widi yang di KOPETINDO, sama pak Widi kita di arahkan ke Pak Tio dan Pak Arif disini,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan semen sebagai pemakai batubara yang untuk pembakarannya juga diharuskan dari tahun ke tahun mengurangi pemakaian batu bara tersebut.

” Jadi bisa dengan biomassa terkini atau kita memakai sampah-sampah kota,” terang Nirwan.

Setelah melihat pabrik pengolahan woodchip Co firing Biomassa untuk kebutuhan PLTU Batubara di Bangka, Manager AFR PT Semen Padang Sarman Durmalai mengatakan Size woodchip yang mereka harapkan untuk alternatif Fuel sangat cocok.

” Kalau dari produknya setelah saya ukur tadi ukurannya 1,5 X 0,5 cm dan pas dengan peralatan kita. Jadi mungkin nanti perlu kita tanyakan dimana beli mesinnya,” tuturnya.

Sementara itu, Chairman KOPETINDO Widi Pancono saat dikonfirmasi media terkait kunjungan para divisi PT Semen Padang ke Workshop pengolahan Woodchip cofiring Biomassa sangat mendukung sepenuhnya rencana BUMN Semen untuk beralih ke energi Hijau secara bertahap sehingga target NZE di 2060 bisa lebih cepat tercapai.

” Bisa dibayangkan jika 2000 ton batu bara perhari diambil dari Jambi untuk kebutuhan PLTU kita ganti lewat biomassa dari kearifan lokal di Bangka Belitung akan berdampak pada ekonomi masyarakat lokal,” tambahnya.

Selain melakukan studi tiru di pabrik pengolahan woodchip, Perwakilan PT Semen Padang juga melihat proses pembibitan tanaman energi dekat lokasi pabrik.

Kemudian pada Jum’at (3/11/2023), mereka juga akan mengunjungi PLTU Air Anyir Bangka untuk melakukan studi dengan pihak Nusantara Power dan dipandu langsung oleh Manager Area Bangka, Apriyadi.(Red)

Tinggalkan Balasan