Diperintah Afo Ambil Sabu di Jembatan Emas, RD dan RN Ditangkap Polisi

foto : Narkotika jenis sabu - sabu. ( net)

PANGKALPINANG – Aspirasipos.com , Senin malam 19/3 disekitar jembatan emas kota pangkalpinang dua orang laki-laki ditangkap oleh anggota BKO Baharkam Mabes Polri saat sedang mengambil dua paket narkotika jenis sabu-sabu .

Bacaan Lainnya

Kedua orang yang ditangkap tersebut adalah RD dan RN, mereka saat ditangkap sedang mencari paketan sabu yang disebut milik Afo di lokasi yang telah diatur sebelumnya oleh Afo.

Informasi yang diterima redaksi dari keluarga tersangka , Nama Bernard Fabio alias Afo, disebut sebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) perkara narkotika yang tengah ditangani penyidik direktorat Polairud Polda Babel.

Afo diduga kuat sebagai otak sekaligus bandar besar narkoba yang menyuruh RD dan RN untuk mengambil paketan sabu dilokasi yang telah diatur oleh afo , Naasnya saat akan mengambil paket sabu tersebut RN dan RD ditangkap oleh anggota BKO Baharkam Mabes Polri dan kemudian diserahkan kepada penyidik Ditpolairud Polda Babel, Aspirasipos.com , Sabtu 25/3/2023.

Sebelumnya RN dan RN sempat ditangkap anggota BKO Baharkam, Senin (19/3) malam lalu di sekitar Jembatan Emas. Namun saat ini berkas perkaranya dilimpahkan ke penyidik Direktorat Polairud Polda Babel.

Diduga kuat Afo juga memiliki misi menjebak sekaligus menumbalkan RN dan RD. Sebab sebelum ditangkap, RN sempat mendapat perintah dari Afo supaya menjemput paketan sabu di lokasi yang telah ditentukan Afo.

Setibanya di lokasi yang diarahkan Afo, tak lama kemudian RN dan RD ditangkap anggota kepolisian dari Baharkam Polri yang sedang BKO di dermaga Dit Polairud Polda Babel.

“Kami memandang ada sekenario dan upaya menumbalkan yang dilakukan Afo terhadap kakak saya, karena yang sempat saya dengar dia pergi ke arah Pangkalbalam jembatan emas malam itu atas perintah dan bermaksud menjemput narkotika milik Afo,” kata FI adik dari RN, Kamis (23/3/2023)

Meski merasa ada yang janggal, namun FI mempercayai dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik.

Dia juga percaya jika penyidik Direktorat Polairud Polda Babel, akan bekerja secara profesional dan tidak tebang pilih dalam mengusut dalang dan bandar yang menyuplai sabu kepada RN dan RD.
Apalagi Informasi yang kami terima penyidik juga telah mengetahui keberadaan Afo.

“Tentunya kami akan hormati proses hukum yang sedang berjalan, kami yakin penyidik bekerja profesional, transparan dan adil tanpa pandang bulu, sebagaimana nawacita Kapolri,” harap dia.

Bahkan jika diperlukan, FI mengaku pihaknya telah mengantongi bukti bukti terkait peran dan keterlibatan Afo dalam kasus itu. FI juga siap membeberkan bukti bukti tersebut jika diperlukan penyidik nantinya.

“Jika diperlukan kami siap menjadi saksi dan punya bukti bukti keterlibatan Afo dan kami siap beberkan semuanya jika memang diperlukan kelak,” tegasnya.

Sementara Jejaring media ini sudah mengkonfirmasikan kepada penyidik dirpolairud Polda Babel,Ipda Andi melalui pesan whatsappnya jum’at malam 24/3/2023 namun belum mendapat tanggapan dari Ipda Andi.

Hingga berita ini dipublish, redaksi belum mendapatkan keterangan resmi dari penyidik, dan akan diupayakan kembali agar mendapatkan kepastian perihal penangkapan tersebut. ( rd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan